Mahasiswadi Kuningan Nekat Gantung Diri, Warga Sebut Sebelum Meninggal Korban Minta Nikah Kasus bunuh diri terjadi di sebuah perumahan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/3/2021).
Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai KUNINGAN - Pihak Polres Kuningan menelusuri aksi gantung diri yang dilakukan santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas Putra di Desa Gresik, Kecamatan Ciawigebang, Kuningan, Jawa Barat, bernisial OV 16. Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Danu Raditya Atmaja, kepada wartawan, Sabtu 5/6/2021, mengatakan kronologi penemuan santri itu. Pada pukul WIB, seorang santri melihat temannya itu naik ke lantai tiga masjid ponpes tersebut. "Teman santrinya saat usai salat Asar penasaran dengan korban tersebut. Sebab mulai sekitar jam WIB hingga sore tadi, korban belum terlihat turun kembali," kata Danu. Kemudian saksi, yakni Nuriman, naik keatas lantai tiga masjid tersebut. Dia melihat korban berdiri menghadap ke arah selatan. "Kemudian saksi menghampiri dan terlihat korban terlilit seutas tali di lehernya dan tergantung di atas besi huruf "H" tulisan Al Ikhlas," ucap Danu. Dari kejadian itu, Danu mengatakan, saksi langsung melapor kejadian tersebut kepada pengasuh pondok pesantren. "Korban dapat terselamatkan lalu dibawa oleh pihak pengasuh ke Rumah Sakit Mitra Husada sebagai upaya pertolongan pertama. Setelah diperiksa oleh pihak medis dari rumah dan petugas Unit Inafis Polres Kuningan, korban sudah meninggal dunia," ucap Danu. Pada jasad korban ditemukan luka lebam pada leher akibat tali yang menjerat. "Korban murni gantung diri dan hasil pemeriksaan tadi, tidak di temukan tanda-tanda atau luka kekerasan pada tubuh korban," katanya. Danu mengatakan, jenazah lalu dibawa oleh pihak keluarga. "Korban sudah dilakukan penyerahan kepada pihak keluarga disaksi pemerintah desa korban tersebut," ucapnya. Menyinggung identitas korban diketahui bernama Oky Viardi Saputra 16 warga Desa Gresik, Kecamatan Ciawigebang Kuningan Jawa Barat. Kapolsek Ciawigebang, Kompol Yayat Hidayat, saat di konfirmasi mengatakan, berdasar data salah seorang pangasuh di ponpes tersebut, OV meninggal dunia karena murni bunuh diri. * KUNINGAN(MASS) - Himpitan ekonomi dan juga faktor lainnya membuat banyak warga yang memilih jalan pintas untuk mengakhiri hidup degan cara gantung diri. Keluarga hanya bisa berduka dan siapa yang harus disalahkan dengan maraknya kejadian gantung diri? Dari catataan kasus bunuh diri dengan cara gantung diri terus meningkat dan hingga Juli sudah 10 [] - Kasus bunuh diri terjadi di sebuah perumahan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis 4/3/2021. Kasus ini pun menghebongkan masyarakat yang tinggal di sekitaran lokasi tersebut. Sedangkan korban merupakan seorang mahasiswa berinisial DJA dan berusia 26 tahun. DJA nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri. Kejadian yang menghebohkan itu berlangsung di sebuah perumahan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis 4/3/2021. Baca juga Pria Gantung Diri di Bontang, Rajin Beribadah dan Mengaku Sering Dapat Bisikan Gaib Menurut informasi yang dihimpun korban ditemukan di salah satu kamar di rumah korban. Korban pertama kali diketahui oleh ibu korban waktu sekitar jam 8 pagi. Selang beberapa waktu ibu korban, Nuryanti, terkejut dan mengabarkan kepada suaminya. Seorang warga, Yono 60, membenarkan ada yang nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. "Iya, katanya gantung diri," ujarnya. Mengenai penyebab korban meninggal sebelum minta menikah, Yono mengatakan, soal kabar itu belum bisa memastikan sebab akibatnya. Namun kabar beredar demikian dan sekarang lokasi rumah duka masih banyak dikunjungi orang yang bertakziah. "Kalau penyebab kematian apalagi informasi korban minta nikah itu enggak tahu persis. Cuma sekarang, di rumah korban masing berlangsung melakukan kifayah," ujarnya. Baca juga Pria 28 Tahun Ditemukan Tewas Gantung Diri setelah Culik dan Bunuh Keponakan Istri Siri Babinsa kelurahan setempat, yakni Serma Aceng Johar mengatakan bahwa kejadian ini murni bukan kekerasan. Polisi menyebut sebelum Servasius Pako Riwe (26) ditemukan tewas gantung diri sering terlihat melamun di rumahnya. "Dari keterangan adiknya, korban memang sering melamun sebelum tewas," kata Kapolsek Koja, Kompol Mulyana, kepada Suara.com, lewat sambungan telepon, Jumat (5/8/2022). Namun Mulyana belum dapat memastikan, korbanGrand Khingan Géographie Altitude 2 035 m Longueur 1 200 km Largeur 300 km Administration Pays Chine Région autonomeProvince Mongolie-IntérieureHeilongjiang Géologie Âge Jurassique Roches Roches magmatiques Le Grand Khingan mandchou Amba Hinggan ; chinois simplifié 大兴安岭 ; chinois traditionnel 大興安嶺 ; pinyin dà xīng'ān lǐng ; mongol ᠶᠡᠬᠡᠬᠢᠩᠭᠠᠨ ᠤᠨᠢᠷᠤᠭᠤ, VPMC yeqe qingganu nuruɣu, cyrillique Их Хянганы нуруу, MNS Ikh Khyangany nuruu est une chaîne montagneuse volcanique située dans la région autonome chinoise de Mongolie intérieure et dans la province du Heilongjiang. Le Grand Khingan s'étend sur 1 200 km du nord au sud et divise les plaines du nord-est de la Chine à l'est du plateau mongol. L'altitude moyenne est entre 1 200 et 1 300 mètres, et l'altitude maximale est de 2 035 mètres. Le Petit Khingan est situé à l'est du Grand Khingan. La rivière Yalu dans la chaîne du Grand Khingan. Le Grand Khingan est fortement boisé. La flore et la faune du Grand Khingan comprennent le choucas de Daourie Corvus dauuricus, la pie-grièche isabelle Lanius isabellinus, l'hirondelle rousseline Hirundo daurica, le nerprun Rhamnus davurica et le mélèze de Dahurie Larix gmelinii. La région est appelée dahurienne et effectue la transition entre les régions écologiques sibérienne et mandchoue. Les contreforts du Grand Khingan sont riches en pâturages et c'est de là que l'Empire donghu, puis ses descendants, les Xianbei et Wuhuan, et enfin les Khitans, descendants de ces derniers et fondateurs de la dynastie Liao sont originaires. Histoire On l’appelait, avant la dynastie Qin, mont Xianbei. Il était alors sur le territoire de la tribu des Donghu 东胡. Notes et références Annexes Bibliographie en Mote, Imperial China 900-1800, Cambridge, Mass, Harvard University Press, 1999 ISBN 0-674-01212-7, OCLC 41285114, lire en ligne, p. 32 en Grand Khingan », dans The Nuttall Encyclopædia, 1900 [détail de l’édition] Pierre Gourou, L'extrémité septentrionale du Grand Khingan », Annales de Géographie, t. 59, no 317, 1950, p. 386-387 lire en ligne Catégories Massif de montagnes en ChineMontagne dans la province du HeilongjiangMontagne dans la région autonome de Mongolie-IntérieureDernière mise à jour du contenu le 10/07/2022. Attention Ce site nécessite Javascript pour fonctionner vous voyez ce message, votre navigateur ne charge pas correctement javascript sur ce parties du site et liens peuvent ne pas fonctionner Ce site nécessite Javascript pour fonctionner vous voyez ce message, votre navigateur ne charge pas correctement javascript sur ce parties du site et liens peuvent ne pas fonctionner correctement.
KUNINGAN- Dunia maya digegerkan dengan kabar meninggalnya seorang mahasiswi cantik asal Kuningan bernama Ditha Febriani diduga akibat bunuh diri di kamar kos di Bandung pada hari Senin (7/11).. Berdasarkan pesan berantai yang diterima radarcirebon.com, peristiwa mengenaskan tersebut terjadi di kamar kos Pondok Pak Aga Lantai 2 Jalan Gegerkalong Girang, Bandung.Seorangmahasiwa nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Kuningan mendapat tanggapan dari wakil rektornya. Seorang mahasiwa nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di Kuningan mendapat tanggapan dari wakil rektornya. Minggu, 28 November 2021; Cari. Network. Tribunnews.com; TribunnewsWiki.com;
Bidanyang Gantung Diri Dikenal Rajin Puasa Senin-Kamis Desember 22, 2020 Headline incident. KUNINGAN (MASS) - Ibarat ungkapan bagai petir disiang bolong. Begitulah yang dirasakan oleh rekan-rekan sejawat Bidan Herlina yang bertugas di Puskesmas Maleber. "Awalnya saya tidak percaya.Berdasarkaninformasi yang korban gantung diri merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS). .