Gula darah yang tidak terkontrol akibat diabetes gestasional akan memicu sejumlah masalah kesehatan pada ibu hamil, salah satunya pusing. 7. Anemia. Kekurangan asupan asam folat dan zat besi selama kehamilan dapat menurunkan produksi sel darah merah. Akibatnya, ibu hamil mengalami anemia. Anemia pada ibu hamil memiliki gejala yang sama dengan
Selain itu, ada 11,3 persen wanita dewasa yang mengalami anemia. Bahkan, berdasarkan survei kesehatan rumah tangga 2001, prevalensi (angka kejadian) anemia pada ibu hamil mencapai 40,1 persen (Amirullah, tempo.co). Status gizi ibu sebelum dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan janin yang sedang dikandung.
Pada uji korelasi spearman didepatkan nilai p value 0,011 (p 0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan dalam mengkonsumsi Fe dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Kota
Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan, prosentase ibu hamil yang mengalami anemia adalah 48.9%, ini berarti sekitar 5 dari 10 ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Gejala anemia pada ibu hamil biasanya tidak terlihat jelas hingga tak jarang diabaikan, namun seiring bertambahnya usia kehamilan gejalanya bisa semakinUmumnya, anemia saat hamil disebabkan oleh kekurangan zat gizi serta perubahan hormon tubuh yang dapat memengaruhi produksi sel darah merah di dalam tubuh. Berdasarkan penyebabnya, anemia pada ibu hamil dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu: Anemia defisiensi zat besi, yaitu anemia yang terjadi karena kekurangan zat besi di dalam tubuh.
Mengonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan dapat mengurangi risiko terjadinya cacat tabung saraf ini. Asam folat juga berperan dalam pembentukan sel darah merah yang sehat. Sel darah merah yang sehat dan cukup banyak akan mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil. Anemia selama kehamilan dapat menyebabkan kelelahan, penurunan daya
.