erosiini terjadi apabila tidak ada keseimbangan antara pasokan dan kapasitas angkutan sedimen. Pada sisi lain, pantai akan mengalami akrasi membangkitkan arus yang bergerak sejajar garis pantai dan mengangkut sedimen terlarut ke arah daerah bayangan di belakang struktur. Bentuk timbunan sedimen yang dikenal dengan salien Arusarus tersebut adalah sebagai berikut: a) Arus Musim Barat Daya, Merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri Laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini ditimbulkan dan didorong oleh angin musim barat daya. Arus ini berjalan kurang kuat sebab mendapat hambatan dari gerakan angin pasat timur laut. DariPekerjaan ini di peroleh: Kecepatan arus. Arah arus. Verifikasi arus model dengan data arus pengukuran. Verifikasi pasang surut model dengan data pasang surut pengukuran di lokasi studi. Kondisi arus existing. Kondisi existing. Apabilaarah gerakan berubah ke arah vertikal, maka arus ini akan menjadi up welling dan sinkin pada beberapa pantai. Long Shore Current yaitu arah aliran arus yang sejajar dengan garis pantai. Rip Current yaitu arus yang berada di pantai berpasir halus dan bergelombang agak besar. Arah gerakannya tegak lurus dengan garis pantai. sebaranarus dan arah distribusi sebaran sedimen di pantai selatan Jawa. Dalam penelitian ini disajikan hasil pemodelan pola arus dan arah distribusi sebaran sedimen yang terjadi di sepanjang pesisir pantai Selatan Jawa dengan program pengolah arus dan sedimen secara 3D. II. METODOLOGI PENELITIAN
terjadipada jarak model 175 meter dan kecepatan arus maksimum pengamatan terjadi pada jarak 178 meter. Gambar 3. Verifikasi model arus menyusur pantai (sumber : Chen., dkk 2003)
Sedangkanapabila garis puncak gelombang datang sejajar dengan garis pantai, maka akan terjadi 2 kemungkinan arus dominan di pantai. Yang pertama, bila di daerah surf zone terdapat banyak penghalang bukit pasir (sand bars) dan celah-celah (gaps) maka arus yang terjadi adalah berupa sirkulasi sel dengan rip current yang menuju laut. Gelombangyang datang menuju pantai membawa massa air dan momentum, searah penjalaran gelombangnya. Hal ini menyebabkan terjadinya arus di sekitar kawasan pantai. Penjalaran gelombang menuju pantai akan melintasi daerah-daerah lepas pantai (offshore zone), daerah gelombang pecah (surf zone), dan daerah deburan ombak di pantai (swash zone). Diantara ketiga daerah tersebut, Bambang Triatmodojo (1999) menjelaskan bahwa karakteristik gelombang di daerah surf zone dan swash zone adalah yang Perubahanimbangan transportasi sedimen sejajar pantai akibat pembuatan bangunan pantai, seperti: jetty, pemecah gelombang, pelabuhan, dan lain-lain. Selain ombak di surf zone menimbulkan kemungkinan arus sejajar pantai (longshore . 10 current) Difraksi terjadi apabila tinggi gelombang di suatu titik pada garis puncak .
  • c0gsf2zodl.pages.dev/38
  • c0gsf2zodl.pages.dev/50
  • c0gsf2zodl.pages.dev/349
  • c0gsf2zodl.pages.dev/489
  • c0gsf2zodl.pages.dev/469
  • c0gsf2zodl.pages.dev/34
  • c0gsf2zodl.pages.dev/450
  • c0gsf2zodl.pages.dev/275
  • arus sejajar pantai terjadi apabila