Dalam makalah ini saya akan membahas tentang “Kalimat dalam Bahasa Indonesia”. Dan juga saya berterima kasih kepada Ibu Fenny Anita, S.Pd., M.Pd selaku dosen mata kuliah Bahasa Indonesia di Universitas Islam Riau. Makalah ini disusun sebagai tambahan pengetahuan pada mata kuliah Bahasa Indonesia. Selain itu, makalah ini juga dapat menambah Syarat Kalimat Efektif – Pada saat Kamu membaca atau menyimak sesuatu hal, apa Kamu pernah menjumpai bacaan atau pembicaraan yang bertele-tele? Tentu kedua hal tersebut tidak mudah dipahami. Nah, bacaan atau pembicaraan yang panjang dan bertele-tele tersebut dapat dikatakan dikatakan memiliki kalimat yang tidak efektif. Orang yang suka menyampaikan sesuatu dengan bertele-tele tersebut biasanya ingin terlihat menawan. Namun, pada dasarnya kalimat yang dibuat dengan tidak efektif bisa menghambat proses pemahaman, malah cenderung membingungkan. Nah, pada artikel kali ini, Kita akan mempelajari tentang syarat kalimat efektif yang harus ditaati untuk membuat kalimat efektif yang baik. Sebelum itu, ada baiknya Kita mengulas kembali pembahasan tentang pengertian kalimat efektif. A. Pengertian Kalimat EfektifB. Syarat Kalimat Efektif1. Kesepadanan Struktura. Memiliki subjek dan predikat yang jelasb. Tidak terdapat subjek gandac. Tidak menggunakan kata penghubungd. Tidak menggunakan kata yang’ untuk mendahului predikat2. Keparalelan Bentuk3. Kehematan Kataa. Menghilangkan pengulangan subjekb. Menghindari kesinoniman dalam satu kalimatc. Memperhatikan kata jamakd. Menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata4. Kecermatan Penalaran5. Kelogisan BahasaRekomendasi Buku & Atikel Terkait Syarat Kalimat EfektifKategori Ilmu Bahasa IndonesiaMateri Terkait Kalimat efektif pada dasarnya merupakan sebuah kalimat yang memiliki susunan dan makna sehingga dapat dipahami oleh orang lain dengan lebih mudah. Kalimat efektif sendiri bisa disampaikan dalam bentuk lisan atau tulisan. Kalimat ini biasanya akan sangat berguna pada saat ingin melakukan interaksi maupun membuat sebuah tulisan. Dalam menggunakan kalimat efektif, Kamu diharuskan untuk dapat memberikan jaminan terkait kejelasan suatu informasi yang disampaikan, baik itu dari penulis kepada pembaca maupun dari pembicara kepada pendengar. Hal ini dikarenakan kalimat efektif dapat membuat seseorang bisa memahami suatu informasi dengan lebih mudah. Dalam karyanya yang berjudul Kalimat, Sry Satriya Tjatur Wisnu Sasangka mengatakan bahwa kalimat efektif memiliki definisi yaitu sebagai sebuah kalimat yang bisa digunakan untuk mengungkapkan gagasan sesuai keinginan dari seorang penulis atau pembicara. Salah satu tujuan utama dari seseorang yang menyampaikan kalimat secara efektif adalah pesan dapat tersampaikan secara lugas dan bisa dipahami oleh para penerima pesan dengan pemahaman makna yang sama. Sementara itu, suatu kalimat dapat dikatakan efektif atau tidak efektif adalah pada saat gagasan yang ada di dalam kalimat bisa dipahami dengan mudah dan jelas oleh pembaca atau pendengar. Hal ini dikarenakan, penulis atau pembicara biasanya memasukkan sebuah gagasan pada suatu kalimat. Maka dari itu, pada bagian selanjutnya, Kita akan membahas tentang beberapa syarat kalimat efektif yang harus dipenuhi dari sebuah kalimat untuk bisa disebut efektif. B. Syarat Kalimat Efektif Dalam proses mempelajari tentang cara menggunakan kalimat efektif, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah syarat kalimat efektif dan contoh dari kalimat efektif itu sendiri. Pada bagian ini, Kamu akan disajikan penjelasan sekaligus contoh supaya suatu kalimat bisa disebut sebagai kalimat efektif. Oleh karena itu, Kamu dapat menyimak bagaimana penyusunan struktur kalimat efektif sehingga dapat memahami perbedaanya dengan kalimat yang tidak efektif. 1. Kesepadanan Struktur Syarat kalimat efektif yang pertama dari kalimat efektif adalah kesepadanan struktur. Kesepadanan struktur ini dapat dipahami sebagai kalimat dengan struktur bahasa yang sepadan terhadap gagasan yang ingin disampaikan oleh penulis atau pembicara. Hal ini berarti kalimat harus memiliki subjek dan predikat yang jelas. Tidak hanya itu, suatu kalimat dapat dikatakan efektif apabila dapat menggunakan kata hubung secara tepat. Berikut ini adalah beberapa syarat kalimat efektif yang harus dipenuhi agar kalimat bisa disebut efektif dan memiliki kesepadanan struktur, diantaranya yaitu a. Memiliki subjek dan predikat yang jelas Suatu kalimat dapat memiliki subjek dan predikat yang jelas adalah dengan cara menghindari pemakaian kata depan seperti di, dalam, bagi, untuk, pada, sebagai, tentang, mengenai, menurut, dan lain sebagainya sebelum penyebutan subjek. – Contoh kalimat salah Bagi semua siswa SMA Negeri 47 Jakarta harus mengikuti apel hari Senin. – Contoh kalimat benar Semua siswa SMA Negeri 47 Jakarta harus mengikuti apel hari senin. b. Tidak terdapat subjek ganda Suatu kalimat bisa memiliki struktur yang sepadan adalah dengan cara tidak menuliskan subjek ganda. Subjek ganda dalam suatu kalimat bisa mengakibatkan informasi menjadi tidak terfokus sehingga membuat orang lain akan kesulitan untuk memahami maknanya. Contoh Contoh kalimat salah Penyusunan laporan akhir sekolah itu saya dibantu oleh para dosen. Contoh kalimat benar Dalam menyusun laporan itu, saya dibantu oleh para dosen. Pada kalimat pertama, terdapat dua subjek yaitu penyusunan laporan itu’ dan saya’. c. Tidak menggunakan kata penghubung Penggunaan kata hubung yang tidak tepat dapat membuat kalimat tidak bisa dipahami dengan baik oleh pembaca atau pendengar. – Contoh kalimat salah Kami ketinggalan kereta. sehingga kami datang agak terlambat. – Contoh kalimat benar Kami ketinggalan kereta. Oleh karena itu, kami datang agak terlambat. d. Tidak menggunakan kata yang’ untuk mendahului predikat Kata yang’ dalam suatu kalimat dapat membuat menjadikan struktur kalimat menjadi tidak sepadan. Hal itu dikarenakan bisa predikat menjadi kehilangan fungsinya. Contoh kalimat salah Sekolah kami yang terletak di depan bioskop Surya. Contoh kalimat benar Sekolah kami terletak di depan bioskop Surya. Kalimat yang memenuhi syarat kalimat efektif kesepadanan struktur dapat membuat sebuah gagasan atau informasi dapat tersampaikan dengan lebih mudah. Tentunya hal ini juga akan semakin memudahkan pembaca atau pendengar untuk memahaminya. Kesepadanan struktur pada akhirnya mencegah pembicara dengan pendengar atau pembaca dengan penulis untuk salah paham. 2. Keparalelan Bentuk Syarat kalimat efektif yang kedua yaitu keparalelan bentuk. Suatu kalimat bisa dikatakan efektif apabila memiliki bentuk yang paralel atau sejajar. Hal ini berarti, apabila suatu kalimat memiliki bentuk pertama yakni kata benda. Maka kalimat selanjutnya juga harus memiliki bentuk kata benda. Cara ini pun bisa berlaku untuk kalimat yang bentuk pertamanya menggunakan kata kerja. Alhasil, kalimat selanjutnya harus memiliki bentuk yang memakai kata kerja juga. Contoh kalimat efektif yang memenuhi syarat kalimat efektif keparalelan bentuk, sebagai berikut Contoh kalimat yang salah Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, memasang penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. Kalimat di atas tidak bisa disebut sebagai kalimat efektif. Pasalnya, kalimat tersebut tidak memiliki bentuk yang paralel. Dalam membuat kalimat efektif yang memenuhi syarat kalimat efektif keparalelan bentuk, sebuah kata yang memiliki fungsi sebagai predikat tidak memiliki bentuk yang sama. Oleh karena itu, supaya kalimat bisa menjadi efektif, maka predikat dapat dilakukan pengubahan sehingga menjadi kata benda yang semua. Contoh kalimat yang benar Tahap terakhir penyelesaian gedung itu adalah kegiatan pengecatan tembok, pemasangan penerangan, pengujian sistem pembagian air, dan pengaturan tata ruang. 3. Kehematan Kata Syarat kalimat efektif yang ketiga adalah kehematan data. Suatu kalimat bisa dikatakan menggunakan kata yang hemat yakni kalimat yang penyusunannya tidak terlalu banyak memakai kata, frasa, atau bentuk lain yang tidak perlu. Beberapa cara yang bisa Kamu lakukan untuk menyusun kalimat yang hemat kata yaitu, sebagai berikut a. Menghilangkan pengulangan subjek Kalimat yang hemat kata berarti penyebutan subjek hanya perlu digunakan sebanyak satu kali saja dalam satu kalimat. Oleh karena itu, apabila kalimat yang Kamu buat memiliki dua subjek, maka penyebutannya cukup satu kali saja dan tidak perlu diulang. – Contoh kalimat salah Karena dia tidak diajak, dia tidak datang ke rumah Nina. – Contoh kalimat benar Karena tidak diajak, dia tidak datang ke rumah Nina. Hal yang perlu diperhatikan dari kedua contoh kalimat di atas adalah tidak adanya pengulangan kata dia’. b. Menghindari kesinoniman dalam satu kalimat Kalimat yang hemat kata berarti dalam satu kalimat cukup menggunakan satu kata dengan satu makna saja. Apabila dalam satu kalimat terdapat dua kata yang pada dasarnya memiliki makna yang sama atau biasa disebut juga sebagai sinonimnya. Maka, Kamu hanya perlu menggunakan salah satu kata tersebut. – Contoh kalimat salah Sejak dari pagi dia baru menulis namanya. – Contoh kalimat benar Sejak pagi dia baru menulis namanya. Penggunaan kata sejak’ dan dari’ merupakan kata yang memiliki makna yang sama atau sinonim, sehingga dalam sebuah kalimat efektif hanya perlu menggunakan salah satunya. c. Memperhatikan kata jamak Kalimat yang hemat kata yaitu tidak adanya penambahan kata yang sudah memiliki makna jamak. Oleh karena itu, pada saat Kamu menemukan kata jamak dalam suatu kalimat, maka tidak perlu dilakukan penambahan kata lain yang memiliki makna jamak. Contoh – Contoh kalimat salah Hadirin sekalian dimohon naik ke panggung. – Contoh kalimat benar Hadirin dimohon naik ke panggung. Penggunaan kata hadirin’ dalam suatu kalimat pada dasarnya sudah memiliki makna jamak, sehingga tidak perlu menambahkan kata sekalian’ setelah kata hadirin. d. Menghindari pemakaian superordinat pada hiponimi kata Kalimat yang hemat kata yakni kalimat yang memiliki hiponimi kata satu saja. – Contoh kalimat salah Peserta ujian nasional wajib memakai celana warna hitam. – Contoh kalimat benar Peserta ujian nasional wajib memakai celana hitam. Dalam prinsip kehematan kata, penggunaan kata yang berlebihan dalam menyusun kalimat dapat menjadikan suatu kalimat terkesan bertele-tele atau terlalu panjang. Penyampaian suatu informasi yang diinginkan akan menjadi sulit untuk dipahami oleh pendengar atau pembaca. Maka dari itu, dalam menyusun kalimat cukup menggunakan beberapa kata yang hanya diperlukan, sehingga dapat disebut sebagai kalimat yang efektif. 4. Kecermatan Penalaran Syarat kalimat efektif yang keempat adalah kecermatan penalaran. Kecermatan penalaran memiliki fungsi yang penting karena dapat mencegah adanya makna ganda ketika membaca kalimat. Oleh karena itu, supaya suatu kalimat dapat memiliki kecermatan penalaran, Kamu perlu memperhatikan pemilihan kata dalam menyusun kalimat. Contoh kalimat salah Mahasiswa perguruan tinggi yang terkenal itu menerima hadiah. Kalimat di atas bisa menimbulkan tafsir ganda atau pemaknaan ganda oleh pembaca. Hal itu dikarenakan ada kata yang belum jelas terkait mahasiswa yang terkenal atau perguruan tingginya yang terkenal. Ada dua bentuk yang bisa Kamu lakukan ketika ingin mengubah kalimat tersebut agar menjadi lebih jelas dan efektif. a. Mahasiswa terkenal itu menerima hadiah. Kamu bisa menggunakan bentuk kalimat ini apabila ingin menyampaikan informasi bahwa mahasiswa itu yang terkenal. Penggunaan kata perguruan tinggi’ bisa dihilangkan saja dan tidak perlu disebutkan. Hal itu dikarenakan sudah menjadi pengetahuan umum bahwa mahasiswa sudah pasti berkuliah di perguruan tinggi. b. Mahasiswa dari perguruan tinggi terkenal itu menerima hadiah. Kamu bisa menggunakan bentuk kalimat ini apabila ingin menyampaikan informasi bahwa perguruan tingginya yang terkenal. Cara penyusunnya pun hampir sama seperti yang dijelaskan di atas. 5. Kelogisan Bahasa Syarat kalimat efektif yang kelima adalah harus memiliki kelogisan bahasa. Kelogisan bahasa dalam suatu kalimat bisa dipahami sebagai ide yang terdapat dalam suatu kalimat dapat diterima dan dipahami oleh akal. Selain itu, kelogisan bahasa juga dapat dilihat dari cara penulisannya yang sesuai atau tidak dengan ejaan yang berlaku. – Contoh kalimat salah Waktu dan tempat kami persilakan. – Contoh kalimat benar Untuk bapak/ibu Andi kami persilakan. Kalimat di atas dapat disebut tidak efektif karena tidak memiliki bahasa yang logis. Hal ini dikarenakan makna dalam kedua kalimat tersebut tidak mengandung makna yang logis. Misalnya saja, pada contoh kalimat salah yang pertama, tidak logis ketika yang dipersilakan adalah waktu dan tempat’. Seharusnya, penggunaan kata waktu dan tempat’ dapat diganti dengan subjek berupa orang, misalnya untuk bapak atau ibu, bahkan bisa juga kepala desa. Rekomendasi Buku & Atikel Terkait Syarat Kalimat Efektif ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah." Custom log Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda Tersedia dalam platform Android dan IOS Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis Laporan statistik lengkap Aplikasi aman, praktis, dan efisien Baca juga: Belajar Menulis Karakter Bahasa Mandarin dengan Metode "Piktogram" dan Asosiatif". Saat menulis dalam bahasa apapun termasuk dalam Bahasa Mandarin suatu kalimat harus memenuhi beberapa unsur, yaitu: Subject (S) Dalam Bahasa Mandarin, istilah subject disebut sebagai 主语 (dalam aksara Chinese Simplified) atau 主語 (dalam aksara Buka dari QuBisa App, banyak penawaran menarik!Unduh Aplikasi QuBisaUnduh aplikasi diQuBisa © 2023. All rights reserved. mahasiswa saja, tetapi juga semua warga Indonesia wajib mempelajari bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penutur harus mampu memilih ragam bahasa yang sesuai dengan keperluannya, apa pun latar belakangnya. Pengetahuan tentang ragam bahasa Indonesia merupakan hal yang penting. Dengan memahami banyak ragam bahasa, kita dapat menggunakan bahasa - Kalimat majemuk adalah struktur kalimat yang memiliki lebih dari satu dasar kalimat. Mengutip Yendra dalam Mengenal Ilmu Bahasa 2018, kalimat adalah satuan bahasa terkecil, dalam wujud lisan maupun tulisan yang mengungkapkan pikiran secara utuh atau satuan sintaksis, yang disusun dari konstituen dasar, yaitu berupa klausa atau susunan klausa yang membentuk sebuah kesatuan ujaran yang menurut Dendy Sugono dalam Sintaksis Bahasa Indonesia Analisis Fungsi Sintaktik 2019, kalimat majemuk diartikan sebagai kata-kata yang memiliki struktur kalimat yang di dalamnya terdapat beberapa kalimat dasar. Dalam kalimat majemuk, konjungsi memegang peranan penting. Konjungsi atau kata penghubung, berperan penting untuk menjadi jembatan antardasar kalimat dalam satu kalimat majemuk. Baca juga Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Kalimat Majemuk Setara Kalimat majemuk setara disebut juga kalimat majemuk koordinatif. Struktur kalimat di dalamnya terdapat paling sedikit dua kalimat dasar dan masing-masing dapat berdiri sendiri sebagai kalimat konjungsi yang digunakan, kalimat majemuk setara dibagi menjadi empat jenis, yaitu Kalimat majemuk yang menyatakan penjumlahan Jenis kalimat ini disebut juga aditif atau penambahan. Jenis kalimat ini menggunakan konjungsi yang memperlihatkan hubungan penjumlahan dari kalimat dasar. Contoh konjungsinya yakni dan, serta, lagipula. Contoh Aku membacakan buku dongeng dan adik-adik menyimak dengan antusias. Ibu membersihkan gudang di hari libur, ayah menata kebun, serta aku membereskan kamar tidur. Kita seharian hanya mengerjakan tugas tanpa pelajaran lisan, lagipula guru sedang ada rapat. Soal itu sudah ditanyakan ke bagian IT, dan sudah dikonfirmasi berulang kali. Baca juga Contoh Teks Bacaan Soal, Mencari Kalimat dan Gagasan Utama Kalimat majemuk yang menyatakan urutan peristiwa Dalam kalimat jenis ini, meski sudah memakai konjungsi sebagai penghubung antardasar kalimat, tetapi tetap dibutuhkan tanda koma sebagai pembatas. Kalimat ini menggunakan konjungsi yang menghubungan urutan peritiwa, seperti lalu, lantas, terus, dan kemudian. Contoh kalimat majemuk yang menyatakan urutan peristiwa adalah Saya tinggal di Bandung, lalu keluarga pindah ke Yogyakarta. Teman sekelas saya mengendarai motor tanpa mengenakan helm, lantas polisi lalu lintas menghentikan mereka. Kamu tuang putih telur dalam wadah, terus kamu kocok putih telur menggunakan mixer sampai mengembang. Saya membayar ongkos pada supir angkot, kemudian ia memberi uang kembalian dengan jumlah yang pas. Baca juga Cerpen Sejarah, Ciri-ciri dan Jenis Kalimat majemuk yang menyatakan pemilihan Jenis kalimat ini ditandai dengan kata penghubung atau. Hubungan pemilihan pada dua atau lebih kalimat dasar juga dapat ditunjukkan dengan kata apakah. Contoh
Ciri-ciri kalimat simpleks. Kalimat simpleks memiliki ciri-cirinya sendiri agar lebih mudah membedakannya dengan kalimat kompleks, antara lain: Kalimatnya bersifat sederhana karena terdiri atas satu klausa. Bisa berbentuk Subjek (S)-Predikat (P), S-P-Objek (O), S-P-O-Keterangan (K) atau S-P-O-K-Pelengkap. Umumnya kalimat simpleks hanya terdapat
Apa Itu Kalimat Pengertian, Ciri, Unsur, Struktur, dan Jenis-Jenis Kalimat – Jika kamu sudah memahami pengertian kalimat, kedepannya kamu akan lebih mudah dalam menentukan banyak hal. Kamu akan lebih mudah membuat kalimat yang sesuai kaidah. Kamu juga akan lebih mudah mengidentifikasikan jenis dari kalimat yang kamu jumpai. Jasa Proofreading untuk Memperbaiki Kalimat, Mulai Boleh jadi istilah kalimat sudah sering kamu jumpai. Apalagi jika kamu memiliki budaya literasi tinggi. Ada baiknya jika kamu benar-benar memahami apa itu kalimat. Di dalam artikel ini akan dibahas mengenai apa itu kalimat, mulai dari pengertian, ciri-ciri, unsur, struktur, dan jenisnya. Jadi, simak sampai selesai ya. Apa Itu Kalimat?Pengertian Kalimat Menurut Para AhliPengertian Kalimat Menurut KridalaksanaPengertian Kalimat Menurut SlametmuljanaPengertian Kalimat Menurut DardjowidojoCiri-Ciri KalimatUnsur-Unsur KalimatStruktur KalimatJenis-Jenis KalimatJenis-Jenis Kalimat Berdasarkan Isi1. Apa itu kalimat perintah?2. Apa itu kalimat tanya?3. Apa itu kalimat berita?Jenis-Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausa1. Apa itu kalimat tunggal?2. Apa itu kalimat majemuk?Jenis-Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi Subjek1. Apa itu kalimat aktif?2. Apa itu kalimat pasif?Penutup Sudah tahukah kamu apa pengertian kalimat? Dalam satu hari saja kamu mungkin menjumpai istilah ini beberapa kali, entah itu di sosial media, di buku, atau di mana saja. Jadi, pastikan kamu tahu apa pengertian kalimat dalam proses belajar ini. Jasa Terjemah Bahasa Inggris dan Indonesia Adapun pengertian kalimat adalah suatu satuan bahasa yang wujudnya bisa beberapa kata yang sengaja disusun untuk menyatakan suatu makna yang lengkap. Kalimat memiliki beberapa kata sekaligus. Ada kalimat yang memiliki jumlah kata sedikit, ada juga kalimat yang memiliki jumlah kata yang banyak. Hal ini tergantung dengan jenis kalimatnya. Dua kata bisa disebut sebagai kalimat, asalkan memenuhi syarat atau ciri-ciri kalimat. Kalimat juga merupakan sesuatu yang dibuat sesuai kebutuhan. Misalnya saat menulis, kamu tidak bisa dipaksa untuk menulis semua kalimat dengan jenis yang sama atau jumlah yang sama. Pengertian Kalimat Menurut Para Ahli Jasa Parafrase Kalimat Bahasa Indonesia dan Inggris Jangan hanya tahu definisi kalimat secara umum saja. Mengetahui beberapa pengertian kalimat menurut para ahli akan membantu kamu dalam memahami lebih istilah ini. Berikut adalah beberapa ahli dengan pendapatnya tentang istilah kalimat. Pengertian Kalimat Menurut Kridalaksana Ahli pertama yang akan dibahas adalah dari Kridalaksana. Di tahun 2001 lalu, beliau menilai bahwa kalimat adalah satuan bahasa yang bisa berdiri sendiri. Ada pola intonasi yang ada di dalam suatu kalimat, juga berwujud sebagai klausa baik itu secara potensial maupun secara aktual. Inilah mengapa salah satu ciri-ciri kalimat adalah memiliki klausa. Kridalaksana juga menganggap bahwa kalimat juga merupakan satuan proposisi. Klausa-klausa di dalamnya setidaknya membentuk satu kesatuan bebas. Bisa itu suatu berita, perintah, seruan, dan lain sebagainya. Pengertian Kalimat Menurut Slametmuljana Kemudian menurut Slametmuljana 1969, kalimat adalah kumpulan kata-kata yang disusun dengan sistem bahasa yang bersangkutan. Keseluruhan kata yang dipakai bersifat melagu. Ada beberapa kata yang digunakan untuk menyusun suatu kalimat. Pengertian Kalimat Menurut Dardjowidojo Pendapat yang terakhir datang dari Dardjowidojo 1988, yang menilai bahwa kalimat adalah bagian terkecil dalam satu kesatuan teks. Merupakan sebuah ujaran yang dibuat untuk menyatakan pikiran dengan keterbatasan. Terbatas, karena merupakan bagian terkecil saja dalam suatu teks. Begitulah beberapa pengertian kalimat menurut para ahli. Ada yang menyatakan bahwa kalimat merupakan bagian terkecil dari teks, kumpulan kata, dan ada yang menilai kalimat adalah satuan bahasa yang disusun dengan klausa. Berikutnya akan dibahas beberapa cirinya, apa saja unsurnya, hingga jenis-jenisnya. Informasi yang membuat pendapat-pendapat di atas semakin mudah untuk dipahami. Ciri-Ciri Kalimat Jika sudah tahu apa saja ciri-ciri kalimat maka akan semakin mudah saja dalam membuatnya. Kalimat bisa disebut sebagai kalimat jika memenuhi ciri berikut. Memiliki lebih dari satu dengan huruf dengan tanda ada subjek dan satu ide dengan makna utuh. Baca juga Apa Itu Frasa? Unsur-Unsur Kalimat Berikut ini akan dibahas beberapa unsur-unsur kalimat. Kumpulan kata-kata tanpa ada unsur-unsur di bawah ini, tidak bisa disebut sebagai kalimat. SubjekUnsur yang pertama adalah subjek. Menurut KBBI, Subjek adalah penanda yang digunakan pembicara atau penulis dalam membuat kalimat. Bisa dikatakan, subjek adalah pokok kalimat. Subjek bisa berwujud kata benda, frasa, atau kata kerja meskipun KBBI, predikat adalah bagian dari kalimat yang digunakan sebagai penanda dari apa yang ada dalam subjek. Bisa dikatakan, predikat adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan subjek. Jenisnya ada banyak, predikat bisa berupa frasa kalimat, kata benda, kata sifat, frasa preposisi, frasa numeral, dan adalah sesuatu yang menjadi sasaran dari subjek. Dalam kalimat aktif, objek diletakkan setelah subjek. Namun dalam kalimat pasif, objek diletakkan sebelum subjek. Objek bisa berupa kata benda maupun frasa ini bersifat opsional untuk digunakan. Jika digunakan, maka pelengkap ini bisa dimanfaatkan untuk memberi keterangan dari kata-kata ada untuk meluaskan makna, bisa juga menjadi pembatas antara makna predikat dan makna subjek. Struktur Kalimat Struktur kalimat merupakan rangkaian kata yang disusun dari unsur-unsur kalimat. Minimal, struktur kalimat terdiri dari satu subjek dan predikat. Berikut contoh dari beberapa macam struktur kalimat. Contoh struktur kalimat Subjek-Predikat Ayah sedang memasak. Contoh struktur kalimat Subjek-Predikat-Objek Nisa makan mie bermain bulu tangkis. Contoh struktur kalimat Subjek-Predikat-Pelengkap Nisa makan dengan pergi dengan sepeda. Contoh struktur kalimat Subjek-Predikat-Objek-Keterangan Nisa makan mie ayam di bermain bulu tangkis di lapangan. Baca juga Penggunaan Tanda Baca yang Benar Jenis-Jenis Kalimat Mengetahui apa saja jenis-jenis kalimat akan memudahkanmu dalam berekspresi melalui kata-kata. Setiap kali ingin menulis, kamu sudah tahu kalimat seperti apa yang harus dibuat. Jenis-Jenis Kalimat Berdasarkan Isi Jika berbicara tentang jenis kalimat berdasarkan isinya, ada tiga kalimat yang harus kamu pahami. Ketiga kalimat tersebut adalah kalimat seruan atau perintah, kalimat tanya, dan kalimat berita. Penjelasan dari ketiga jenis kalimat tersebut adalah sebagai berikut. 1. Apa itu kalimat perintah? Kalimat perintah adalah kalimat yang digunakan untuk menghimbau, mengajak, atau menyuruh orang melakukan sesuatu. Kalimat perintah bisa dibuat dalam dialog. Selain itu, kalimat perintah juga bisa berarti percakapan dengan intonasi yang tinggi. Ciri kalimat perintah adalah diakhiri dengan tanda seru. 2. Apa itu kalimat tanya? Sesuai dengan namanya, kalimat tanya diakhiri dengan tanda tanya. Harus diawali dengan salah satu dari 5W +H, yakni siapa, berapa, kapan, di mana, mengapa, atau apa. 3. Apa itu kalimat berita? Selain kalimat perintah dan kalimat tanya, ada juga kalimat berita yang mungkin menjadi jenis yang paling banyak dijumpai. Kalimat berita ini dibuat untuk memberitahu, bisa juga untuk menjelaskan. Jenis-Jenis Kalimat Berdasarkan Jumlah Klausa Berdasarkan jumlah klausanya, kalimat dibagi menjadi dua jenis. Kedua jenis kalimat tersebut adalah kalimat tunggal dan kalimat majemuk. Apa itu kalimat tunggal dan majemuk? Berikut penjelasan dari masing-masing kalimat. 1. Apa itu kalimat tunggal? Kalimat tunggal adalah kalimat yang hanya memiliki satu klausa saja. Maka dari itu, kalimat tunggal cenderung singkat. 2. Apa itu kalimat majemuk? Kebalikan dari kalimat tunggal, kalimat majemuk adalah kalimat yang jumlah klausanya lebih dari satu. Mudahnya, dalam satu kalimat bisa ada beberapa info yang diberikan. Kalaupun itu kalimat deskriptif, maka ada beberapa pekerjaan atau aktivitas yang dijelaskan dalam satu kalimat. Jenis-Jenis Kalimat Berdasarkan Fungsi Subjek Setelah memahami jenis-jenis kalimat berdasarkan jumlah klausa dan isinya, sekarang kita akan mempelajari jenis kalimat berdasarkan fungsi subjeknya. Apabila dilihat dari pengucapannya, jenis kalimat dibagi menjadi dua, yaitu kalimat aktif dan kalimat pasif. Berikut penjelasan dari kedua jenis kalimat tersebut. 1. Apa itu kalimat aktif? Sesuai namanya, kalimat aktif adalah kalimat yang menggunakan kata-kata aktif di dalamnya. Misalnya seperti menggunakan kata-kata menulis, membaca, mengulang, dan lain-lainnya. 2. Apa itu kalimat pasif? Kebalikan dari kalimat aktif, jenis ini menggunakan kata-kata pasif. Seperti misalnya menggunakan kata-kata dibaca, ditulis, diulang, dan masih banyak lainnya. Penutup Begitulah beberapa informasi yang sebaiknya kamu pelajari tentang kalimat. Mengetahui semua hal di atas, membuat kamu lebih bisa membuat kalimat yang benar, mudah dalam mengidentifikasi jenis, hingga tahu bagaimana pola yang digunakan ketika menulis kalimat. Navigasi pos KalimatKompleks Paratatik adalah kalimat kompleks di mana terdiri dari dua struktur, tapi mempunyai makna setara maupun sejajar. Kalimat kompleks paratatik menggunakan kata penghubung: dan, tetapi, atau, sedangkan. 1. Ibu memasak di dapur dan Ani belajar di kamar. 2. Kelelawar tidur pada siang hari dan mencari makan pada malam hari. 3.
Pada kali ini akan membahas tentang struktur kalimat yang benar beserta contoh dan keterangan dari subjek, predikat, objek dan pelengkap atau keterangan, Untuk lebih jelasnya simak npembahasan dibawah ini Pengertian Struktur KalimatKeterangan SPOKContohContoh PolaShare thisRelated posts Pengertian Struktur Kalimat “Struktur kalimat ialah struktur yang membangun pada sebuah kalimat” Penyusunan kalimat yang benar adalah yang sesuai dengan aturan dalam penulisan Bahasa Indonesia. Penulisan kalimat yang benar diawali dengan huruf kapital atau huruf besar dan diakhiri dengan sebuah titik ., tanda tanya?, ataupun tanda seru!. Disesuaikan dengan kebutuhan pada penyusunan kalimat tersebut. Komposisi struktur kalimat yang benar adalah yang memuat sekurang-kurangnya yaitu subyek dan predikat. Kalimat yang memuat kedua komponen subjek dan predikat, disebut dengan kalimat lengkap. S = Subjek p = Predikat O = Objek K = Keterangan perlu diingat kembali bahwa struktur kalimat dibangun oleh unsur yang sifatnya relatif tetap, yaitu berupa subyek, predikat, obyek, pelengkap, dan keterangan. Keterangan SPOK Subyek adalah unsur yang memiliki fungsi sebagai pokok pembicaraan pada suatu kalimat, bsa berupa kata ataupun frase benda. Sebagian besar subyek ada di depan predikat. Namun, ada beberapa struktur kalimat yang meletakkan subyek setelah predikat . Jenis kalimat dengan struktur seperti ini disebut juga sebagai kalimat inversi. Predikat ialah unsur kalimat yang memiliki fungsi menjelaskan sebuah subyek. Karakteristik dari predikat bisa dilihat dari perannya dalam menjelaskan pekerjaan yang dilakukan subyek. Dalam susunan kalimat, predikat biasanya dipakai berupa kata kerja, baik aktif atau pasif. Obyek dan Keterangan Umumnya ada di belakang predikat. Kesamaan letak dari kedua jenis struktur kalimat ini membuat keduanya dianggap sama. Padahal berbeda. Perbedaan antara objek dan keterangan terletak pada perannya didalam kalimat pasif. Sebuah objek bisa menjadi subyek pada kalimat pasif. Namun, pelengkap tidak bisa menjadi subyek dalam kalimat pasif. Cara menguraian struktur kalimat pada contoh struktur kalimat yang benar. Ayah Budi sering menulis novel di ruang kerja Subjek = Ayah Budi adalah subyek yang melakukan kegiatan. Predikat = Ayah budi melakukan pekerjaan yaitu sering menulis, hingga jabatan kata sering menulis pada kalimat tersebut adalah predikat. Objek = Dalam kalimat ini, jabatan kata novel yaitu obyek. Keterangan = Karena kata novel bisa menjadi subyek pada kalimat pasif, yaitu Novel sering ditulis Ayah Budi di ruang kerja. Sedangkan jabatan untuk di ruang kerja merupakan keterangan, yaitu keterangan tempat. Contoh Pola Contoh Kalimat Berpola Subjek – Predikat Seperti yang sudah disinggung pada bagian atas. Struktur kalimat pada kalimat lengkap, minimal terdiri dari subyek S dan predikat P. Berikut adalah contoh struktur kalimat lengkap dengan komponen paling minimal, yaitu kalimat dengan pola Subjek dan Predikat. Kakak memasak. Ibu sedang makan. Teman bermain. Contoh Kalimat Berpola S – P – O Ibu memasak nasi goreng. Adik sedang makan buah jeruk Kakak bermain bola Contoh Kalimat Berpola S – P – K Ibu memasak dengan hati senang. Adik makan dengan lahap. Kakak bermain hingga lelah. Contoh Struktur Kalimat Berpola S – P – O – K Ibu memasak nasi goreng di dapur. Kakak sedang makan mangga di ruang makan. Kakak bermain catur pada malam hari. Demikianlah pembahasan tentang contoh struktur kalimat yang benar, Semoga bermanfaat bermanfaat Artikel lainya Teks Editorial Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri, Kaidah Dan Contoh Viskositas Dinamis dan Kinematis – Pengertian, Rumus, Contoh, Manfaat Lembaga Ekonomi – Pengertian, Fungsi, Bagian, Jenis, Ciri, Contoh
Kalimat simpleks biasa disebut dengan kalimat tunggal. Dilansir dari Buku Penyuluhan Kalimat, kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu klausa atau satu struktur predikat. Sementara itu, istilah kalimat kompleks juga sering digunakan dalam teks laporan.
PembahasanKalimat yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba disebut dengan kalimat kompleks. Kalimat efektif yaitu kalimat yang sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia baik ejaan, maupun tanda bacanya. Kalimat tunggal yaitu kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat. Kalimat imperatif yaitu kalimat yang berfungsi untuk meminta atau memerintah. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah pilihan yang memiliki lebih dari satu struktur dan satu verba disebut dengan kalimat kompleks. Kalimat efektif yaitu kalimat yang sesuai dengan kaidah kebahasaan Indonesia baik ejaan, maupun tanda bacanya. Kalimat tunggal yaitu kalimat yang terdiri dari satu pola kalimat. Kalimat imperatif yaitu kalimat yang berfungsi untuk meminta atau memerintah. Oleh karena itu, jawaban yang tepat adalah pilihan D.
Bagaimana dengan konjungsi korelatif? Pengertian konjungsi korelatif. Menurut Ahmad Fadly dalam buku Bahasa Indonesia Akademis: Buku Ajar Mata Kuliah Bahasa Indonesia (2021), konjungsi korelatif adalah kata hubung yang terdiri dari dua bagian, dan dipisahkan oleh kata, frasa, atau klausa dengan status sintaksis yang sama.
Kalimat Berpelengkap, Struktur, dan Contoh Kalimat - Kids, tahukah kamu apa yang dimaksud dengan kalimat berpelengkap? Dalam bahasa Indonesia, terdapat berbagai struktur kalimat. Nah, salah satunya adalah struktur kalimat dengan menggunangkan pelengkap. Kalimat sendiri adalah satuan bahasa berupa kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri dan menyatakan makna yang lengkap. Baca Juga Kalimat Himbauan dan Larangan dalam Bahasa Inggris serta Artinya Ada berbagai jenis kalimat. Kali ini, kita akan mempelajari salah satunya. Yap! Kita akan mencari tahu apa itu penjelasan dari kalimat berpelengkap, struktur, dan juga contoh kalimatnya. Yuk, cari tahu lebih lanjut di sini! Kalimat Berpelengkap freepik Kalimat Berpelengkap Kalimat berpelengkap adalah kalimat yang punya struktur atau pola dasar S subjek + P predikat + Pel pelengkap. Bisa juga menggunakan pola S subjek + P predikat + O objek + Pel pelengkap. Kalimat berpelengkap menggunakan kata pelengkap untuk membangun suatu kalimat yang utuh. Sedangkan kata pelengkap bisa berupa nomina, adjektiva, numeral, frasa nominal, frasa adjectival, frasa verbal, frasa numeral, dan klausa. Baca Juga Kalimat Langsung dan Tidak Langsung Perbedaan, Ciri-Ciri, dan Contoh Jenis kalimat ini enggak bisa diubah ke dalam bentuk kalimat pasif, dan predikatnya berimbuhan ber-, ber-an, dan juga me-. Nah, inilah beberapa contoh kalimat berpelengkap. Contoh Kalimat Berpelengkap S P Pel 1. Adik bermain alat musik piano. 2. Ibu menyapu halaman. 3. Aku pergi ke sekolah. 4. Ayah berangkat kerja. 5. Kakak makan roti. Baca Juga Kalimat Aktif dan Pasif Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Kalimatnya Contoh Kalimat Berpelengkap S P O Pel 1. Aku membelikan adik mainan baru. 2. Ibu menyuruhku menyapu halaman. 3. Pak Guru memberikan tugas Matemarika untuk muridnya. 4. Adik menghadiahiku stiker yang lucu. 5. Ia menganggap perbuatan temannya sangat menghibur. Nah, itulah pengertian kalimat berpelengkap, struktur, dan juga contohnya. - Ayo kunjungi dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani dunia pelajaran anak Indonesia. Artikel ini merupakan bagian dari Parapuan Parapuan adalah ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya. PROMOTED CONTENT Video Pilihan

Struktur yang ada dalam kalimat bahasa Indonesia sebagaimana dijelaskan dalam kaidah tata Bahasa Indoneisa, struktur kalimat terdiri dari kalimat tunggal atau berupa kalimat majemuk. Sementara kalimat yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat sendiri disebut dengani istilah kalimat tunggal. Untuk pembentukan kalimat tunggal bisa berpola

Bentuk Kalimat- Kalimat biasanya merupakan serangkaian kata yang disusun sesuai dengan kaidah yang kata yang terlibat disusun sesuai dengan setiap kata juga termasuk ke dalam kelas atau kategori serta memiliki fungsi dalam kalimat dari rentetan kata juga akan memnentukan jenis kalimat yang merupakan satuan sintaksis yang telah disusun dari konstituen dasar, pada umumnya barupa klausa, yang telah dilengkapi dengan konjungsi jika diperlukan, serta disertai dengan intonasi kalimat memang sangatlah penting karena harus mampu menyampaikan informasi, menanyakan hal, bahkan untuk mengekspresikan emosi yang sedang Kalimat Menurut Para AhliCiri Ciri KalimatUnsur Unsur KalimatCiri dan Contoh dari Masing Masing Unsur Kalimat1. Subjek/Subyek S2. Predikat P3. Objek O4. Pelengkap5. Keterangan KJenis Keterangan1. Keterangan Waktu2. Keterangan Tempat3. Keterangan Cara4. Keterangan Sebab5. Keterangan Tujuan6. Keterangan Aposisi7. Keterangan Tambahan8. Keterangan PewatasStruktur KalimatJenis Kalimat1. Kalimat Dilihat dari Segi MaknanyaA. Kalimat BeritaB. Kalimat PerintahC. Kalimat Perintah TaktransitifD. Kalimat Perintah Transitif AktifE. Kalimat Perintah Bentuk PasifF. Kalimat TanyaG. Kalimat Seru2. Berdasarkan Diathesis KalimatA. Kalimat AktifB. Kalimat Pasif3. Berdasarkan Urutan KataA. Kalimat NormalB. Kalimat InverseC. Kalimat MinorD. Kalimat Mayor4. Berdasarkan Struktur GramatikalnyaA. Kalimat TunggalB. Kalimat Majemuk5. Berdasarkan Unsur KalimatA. Kalimat LengkapB. Kalimat tidak Lengkap6. Berdasarkan PengucapanA. Kalimat LangsungB. Kalimat Tak LangsungFungsi KalimatPengertian Kalimat Menurut Para AhliPengertian kalimat menurut pendapat Keraf 1984156 mendefinisikan kalimat sebagai satu bagian dari ujaran yang didahului dan diikuti oleh kesenyapan, sedang intonasinya menunjukkan bagian ujaran itu sudah kalimat menurut pendapat Dardjowidojo 1988 254 menyatakan bahwa kalimat ialah bagian terkecil dari suatu ujaran atau teks wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara kalimat menurut pendapat Slamet Muljana 1969 menjelaskan kalimat sebagai keseluruhan pemakaian kata yang berlagu, disusun menurut sistem bahasa yang bersangkutan; mungkin yang dipakai hanya satu kata, mungkin kalimat menurut pendapat Kridalaksana 200192 kalimat sebagai satuan bahasa yang secara relatif berdiri sendiri, mempunyai pola intonasi final, dan secara aktual maupun potensial terdiri dari klausa; klausa bebas yang menjadi bagian kognitif percakapan; satuan proposisi yang merupakan gabungan klausa atau merupakan satu klausa, yang membentuk satuan bebas; jawaban minimal, seruan, salam, dan ahli tata bahasa tradisional di dalam buku Chaer 1994240, “kalimat adalah susunan kata-kata yang teratur yang berisi pikiran yang lengkap”.Menurut pendapat Alwi dkk., 2000311, “Dalam wujud tulisan, kalimat diucapkan dalam suara naik-turun dan keras-lembut disela jeda, diakhiri intonasi akhir yang diikuti oleh kesenyapan yang mencegah terjadinya perpaduan, baik asimilasi bunyi maupun proses fonologis lainnya”.Selain itu, terdapat pula pengertian kalimat yang ada di dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia 1988Menyebutkan bahwa kalimat adalah bagian terkecil ujaran atau teks wacana yang mengungkapkan pikiran yang utuh secara wujud lisan, kalimat diiringi oleh alunan titinada, disela oleh jeda, diakhiri oleh intonasi selesai, dan diikuti oleh kesenyapan yang memustahilkan adanya perpaduan atau asimilasi wujud tulisan, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda tanya, atau tanda kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek S dan sebuah predikat P.Kalau tidak memiliki kedua unsur tersebut, pernyataan itu bukanlah kalimat melainkan hanya sebuah frasa. Itulah yang membedakan frasa dengan kalimat.[1]Dari rumusan itu bias disimpulkan, bahwa yang penting atau yang menjadi dasar kalimat adalah konstituen dasar dan intonasi final, sebab konjungsi hanya ada kalo diperlukan. Konstituen dasar itu biasanya berupa pada sebuah klausa diberi intonasi final, maka akan terbentuk kalimat rumusan itu, bisa disimpulkan pula,bahwa konstituen dasar itu bisa juga tidak berupa klausa karena dikatakan biasanya berupa klausa, melainkan bisa juga berupa kata atau mungkin status kekalimatannya tidak sama. Kalimat yang konstituen dasarnya berupa klausa tentu saja menjadi kalimat mayor atau kalimat yang konstituen dasarnya berupa kata atau frasa tidak dapat menjadi kalimat bebas melainkan hanya menjadi kalimat terikat. [2]Jika kita perhatikan baik-baik, konstituen yang terbentuk di dalam inti kalimat di dalam Bahasa Indonesia, akan nampak salah satu konstituen yang memegang peranan penting dibandingkan yang itu seolah-olah akan menentukan konstituen lainnya yang mana boleh atau harus muncul di dalam suatu yang memiliki peranan besar tersebut disebut sebagai pusat, sedangkan konstituen yang muncul lainnya disebut sebagai dalam kalimat yang menggunakan verba, pusat merupakan verba, sementara pendamping merupakan nomina.[1] Harimurti Kridalaksana, Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia cetakan ke III, Jakarta Balai Pustaka Abdul Chaer, Linguistik Umum, 2012, Jakarta Rineka Cipta bahasa lisan diawali dengan kesenyapan serta diakhiri dengan kesenyapan pula. Pada bahasa tulis diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan titik., tanda Tanya?, serta tanda seru!.Kalimat aktif minimal terdiri dari subyek dan juga transitif disertai dengan objek, predikat intransitive bisa disertai dengan anggapan yang urutan yang logis di setiap kata maupun kelompok kata yang dimana mendukung fungsi SPOK dan disusun ke dalam satuan sesuai dengan satuan makna, ide, atas pesan yang paragraf yang terdiri dari dua kalimat atau lebih, kalimat-kalimat tersebut disusun ke dalam satuan makna pikiran yang saling berkaitan. Hubungan dijalin melalui konjungsi, pronominal/kata ganti, repetisi/struktur Unsur KalimatDalam setiap kalimat tentunya memiliki suatu unsur dalam penyusunan gabungan unsur-unsur kalimat tersebut nantinya akan membentuk suatu kalimat yang memiliki unsur-unsur dalam suatu kalimat seperti berikut iniSubjek/Subyek SPredikat PObjek/Obyek OPelengkapKeterangan KCiri dan Contoh dari Masing Masing Unsur Kalimat1. Subjek/Subyek SSubjek merupakan unsur pokok yang terdapat dalam suatu kalimat, disamping dari unsur dalam pola penulisan kalimat bahasa Indonesia, pada umumnya subjek terletak sebelum predikat, kecuali jenis kalimat umumnya, subjek berwujud nomina. Maka perhatikan contoh berikutMereka datang dari Bieber merupakan penyanyi asal pergi ke contoh kalimat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kata mereka, Justin Bieber, dan Bambang merupakan hanya itu, terdapat juga subjek yang bukan merupakan nomina. Maka perhatikan contoh berikutBerwudhu harus dilakukan sebelum menjalankan adalah sebuah hati dapat dialami oleh semua subjekMenjawab pertanyaan “apa” atau “siapa”Diikuti dengan kata “itu”Diawali dengan kata “bahwa”Memiliki keterangan pewatas “yang” konjungsi dengan menggunakan kata “yang”Tidak diawali dengan preposisi seperti “dari”, “dalam”, “di”, “ke”, “kepada”, “pada”.Berupa Nomina atau Frasa Nominal2. Predikat PSama halnya dengan subjek, predikat juga merupakan unsur utama dalam suatu kalimat di samping subjek yang merupakan inti dari sebuah yang dapat mengisi predikat dapat berupa kata, sebagai contoh verba, adjektiva, atau nominal, numeral serta hanya itu, adapun frasa, sebagai contoh frasa verbal, frasa adjektival, frasa nominal, frasa numeralia bilangan.Simak contoh kalimat sebagai berikutGilang bermain gitar di lantai memasak sedang melihat game contoh tersebut, maka kata bermain , memasak, dan melihat merupakan sebuah predikatMenjawab pertanyaan “mengapa” dan “ berupa kata “ialah” atau “adalah”.Ingkaran dapat diwujudkan dengan kata “tidak”Bisa diikuti dengan kata-kata aspek atau modalitas, contoh “telah”, “sudah”, “sedang”, “belum”, “akan”, “ingin”, “hendak”, “mau”, dan lain Objek OObjek bukan merupakan unsur wajib yang harus ada di dalam sebuah objek biasanya terdapat setelah predikat dengan kategori verbal transitif kalimat aktif transitif yang minimal memiliki tiga unsur utama SPO.Dalam kalimat aktif, objek akan berubah menjadi subjek jika kalimatnya objek yang ada dalam kalimat pasif akan menjadi subjek jika kalimatnya menjadi kalimat umumnya, objek berkategori nomina. Perhatikan contoh objek dalam suatu kalimatLaras bermain membeli sebuah itu memakan kalimat di atas, kata slime, sebuah boneka, dan pelet merupaan sebuah objekBerada di belakang berubah menjadi subjek dalam kalimat didahului dengan preposisi,Diawali dengan kata “bahwa”4. PelengkapObjek dan pelengkap mempunyai sebuah kaliam, keduanya memiliki kesamaan yaitu bersifat wajib ada sebab untuk melengkapi makna verba predikat kalimat, menempati posisi dibelakang predikat serta tidak didahului keduanya terletak dalam kalimat pasif. Dalam kalimat pasif, pelengkap tidak menjadi ada objek dan juga pelengkap di dalam kalimat aktif, objeklah yang akan menjadi subjek kalimat pasif, bukan contoh dari kalimat pelengkapGilang selalu ingin berbuat Aji tersandung itu terbuat dari pelengkapBerada dibelakang didahului tersebut sama dengan objek. Hanya saja, objek berada langsung dibelakang kalimat, sementara pelengkap masih bisa disisip dengan unsur lainnya, yakni ada pada kalimat di bawah iniAnggi mengirimi Sri buku membelikan Ayahnya sepatu buku baru dan sepatu baru berfungsi sebagai pelengkap serta tidak mendahului Keterangan KKeterangan adalah sebuah unsur kalimat yang menjelaskan lebih lanjut mengenai sesuatu yang tertera di dalam sebuah keterangan akan memberikan informasi mengenai tempat, waktu, cara, sebab, dan juga dapat berwujud kata, frasa, atau anak yang berwujud frasa ditandai dengan preposisi. Seperti di, ke, dari, dalam, pada, kepada, terhadap, tentang,oleh, dan yang berwujud anak kalimat ditandai dengan konjungsi kata penghubung.Seperti ketika, karena, meskipun,supaya, jika, dan keteranganBukan termasuk ke dalam Unsur Utama tidak bersifat wajib seperti subjek, predikat, objek dan pelengkap .Tidak terikat dengan posisi mempunyai kebebasan tempat diawal/diakhir , atau diantara subjek dan predikat.Jenis KeteranganKeterangan dapat dibedakan berdasarkan fungsi atau perannya di dalam suatu kalimat. Simak ulasan di bawah1. Keterangan WaktuKeterangan waktu dapat berwujud kata, frasa, atau anak waktu berupa kata merupakan kata yang menyatakan waktu, contoh kemarin, besok, sekarang, kini, lusa, siang, dan juga waktu berupa frasa adalah untaian kata yang juga menyatakan waktu, contoh kemarin pagi, hari Senin, 7 Mei, dan juga minggu keterangan waktu berupa anak kalimat ditandai dengan adanya konjungtor yang juga menyatakan setelah, sesudah, sebelum, saat, sesaat, sewaktu, dan Bulan depan akan diadakan cuti Keterangan TempatKeterangan tempat berwujud frasa yang menyebutkan tempat dengan ditandai oleh preposisi, contoh di, pada, dan juga Justin Bieber akan mengadakan konser di New Keterangan CaraKeterangan cara dapat berwujud kata ulang, frasa, atau anak kalimat yang menjelaskan cara yang berwujud kata ulang adalah perulangan cara yang berwujud frasa ditandai dengan kata “dengan” atau “secara”.Keterangan cara yang berwujud anak kalimat ditandai dengan kata “dengan” dan “dalam”.Contoh Ibu memotong ikan dengan menggunakan pisau Keterangan SebabKeterangan sebab berwujud frasa dan anak sebab yang berwujud frasa ditandai dengan adanya kata “karena” atau “lantaran” yang diikuti dengan nomina atau frasa sebab yang berwujud anak kalimat ditandai dengan adanya konjungtor “karena” atau “lantaran”.Contoh Bapak menyuruhku menjauhi Gilang karena tidak berperilaku Keterangan TujuanKeterangan tujuan dapat berupa frasa ataupun anak tujuan yang berwujud frasa ditandai dengan kata “untuk” atau “demi”.Sementara keterangan tujuan yang berupa anak kalimat ditandai dengan adanya konjungtor supaya, agar, dan Sebelum berangkat ke Jakarta, Gilang memeluk ibunya supaya hatinya Keterangan AposisiKeterangan aposisi akan memberikan penjelasan nomina, contoh subjek atau ditulis, keterangan aposisi diapit dengan tanda koma, tanda pisah –, atau tanda Dosen saya, Bapak Sudarso, terpilih menjadi dosen Keterangan TambahanKeterangan tambahan akan memberikan penjelasan nomina subjek ataupun objek. Namun berbeda halnya dengan keterangan aposisi bisa menggantikan unsur yang diterangkan. Sementara keterangan tambahan tidak bisa menggantikan unsur yang Gilang, mahasiswa tingkat dua, mendapatkan beasiswa ke luar Keterangan PewatasKeterangan pewatas ini akan memberikan pembatas antara nomina. Contoh subjek, predikat, objek, keterangan, dan juga keterangan tambahan bida dihilangkan, maka keterangan pewatas ini tidak dapat Mahasiswa yang mendapatkan IP tiga lebih akan mendapatkan beasiswa KalimatSemua kalimat yang biasa kita gunakan, beberapa diantaranya berasal dari struktur ataupun pola dari kalimat dasarnya dengan kebutuhan tiap individu, kalimat dasar tersebut dapat dikembangkan lagi berdasarkan dengan kaidah yang pola dasar dari kalimat bahasa Indonesia, yakni1. Kalimat dasar berpola SPKalimat dasar berpola SP hanya memiliki dua unsur yakni subjek dan umumnya, predikat dapat berupa kata kerja, kata benda, kata sifat, maupun kata Mobil itu besarMobil itu sebagai subjek, dan besar sebagai Kalimat dasar berpola SPOPola kalimat SPO biasa digunakan di dalam kehidupan Gilang mengemudikan sebagai subjek, mengemudi sebagai predikat, dan mobil sebagai Kalimat dasar berpola SPPelContoh Keluarganya pergi merupakan subjek, pergi sebagai predikat, dan liburan sebagai Kalimat dasar berpola SPOPelContoh Supir taxi mengemudikan taxinya taxi sebagai subjek, mengemudikan sebagai predikat, taxinya sebagai objek, dan ugal-ugalan sebagai Kalimat dasar berpola SPKContoh Gilang bermain malam sebagai subjek, bermain sebagai predikat, dan malam hari sebagai Kalimat dasar berpola SPOKContoh Setiawan mencuci bajunya pagi sebagai subjek, mencuci sebagai predikat, bajunya sebagai objek, pagi tadi sebagai Kalimat dasar berpola S-P-O-Pel-KKalimat dasar dengan pola ini memiliki unsur subjek, predikat, objek, pelengkap, dan juga dapat berwujud nomina atau frasa nominal, predikat berwujud verba dwitransitif, objek berwujud nomina atau frasa nominal, pelengkap berwujud nomina atau frasa nominal serta keterangan berwujud frasa Bapak membelikan Gilang sepatu olahraga di Moro Kalimat dasar berpola dasar dengan menggunakan pola ini memiliki unsur subjek, predikat, pelengkap serta pola ini, subjek berwujud nomina atau frasa nominal, predikat berwujud verba intransitif, kata sifat serta pelengkap berwujud nomina atau adjektiva dan juga keterangan berwujud frasa Aku sedih ketika kamu masuk rumah KalimatJenis kalimat dapat dibedakan berdasarkan berbagai kriteria atau sudut sebab itu, dalam kepustakaan linguistik serta beberapa buku tata bahasa bisa kita dapati banyak sekali istilah untuk menamakan jenis-jenis jenis-jenis kalimat, simak ulasan di bawah1. Kalimat Dilihat dari Segi MaknanyaJika ditinjau dari segi maknanya atau nilai komunikatifnya, maka kalimat dibagi menjadi lima kategori yakni kalimat berita, perintah, tanya, seru, dan kalimat lebih jelasnya perhatikan penjelasan di bawahA. Kalimat BeritaKalimat berita juga sering disebut sebagai kalimat deklaratif, yang merupakan kalimat yang isinya memberitakan sebuah informasi kepada sang pembaca ataupun pada suatu hari, kita dapati sedang bercerita mengenai suatu kecelakaan yang kita tahu, maka kita sedang memberitakan kejadian kalimat beritaTadi pagi ada kecelakaan di depan yang terjadi tadi pagi mengakibatkan kemacetan yang cukup yang terjadi di Pekalongan tingginya hingga selutut orang kebakaran di daerah Jakarta kita lihat, contoh kalimat berita di atas sangat bermacam-macam. Ada yang menampakan inversi, ada yang berbentuk pasif, dan jika dilihat dari nilai komunikatifnya, kalimat tersebut semuanya sama yakni merupakan sebuah kalimat dapat disimpulkan bahwa kalimat berita dapat berbentu apa saja, asal isinya mengandung suatu dituliskan, kalimat berita harus selalu diakhiri dengan tanda dalam bentuk lisan, kalimat berita diakhiri dengan nada yang cenderung Kalimat PerintahKalimat perintah juga disebut sebagai kalimat imperatif yang merupakan kalimat yang artinya mampu memberikan perintah untuk melakukan suatu umumnya, kalimat perintah memiliki bentuk taktransitif atau transitif baik aktif maupun pasif.Kalimat yang predikatnya adjektiva terkadang bisa juga mempunyai bentuk perintah, tergantung pada macam jika kalimat yang bukan verbal atau adjektival tidak mempunyai bentuk kalimat perintahBuatlah suatu kalimat dengan pola SPOK!Tutuplah pintu itu!Jika dituliskan, kalimat perintah seringkali diakhiri dengan tanda seru !, meski tanda titik juga bisa dalam bentuk lisan, nada yang dilontarkan agak naik Kalimat Perintah TaktransitifAdapun kaidah yang diikuti dalam membuat kalimat perintah traktransitifMenghilangkan subjek, biasanya dapat berupa pronomina persona bentuk verba seperti apa partikel –lah jika dikehendaki untuk sedikit memperhalus berjalan kakilah sekali-kali!Naiklah sepeda sekali-kali!Berliburlah ketempat nenekmu!Baik verba traktransitif yang berwujud kata dasar naik, ataupun yang turunan berlibur, tidak mengalami perubahan Kalimat Perintah Transitif AktifKaidah yang digunakan untuk membuat kalimat perintah yang verbanya transatif aktif kaidahnya mirip dengan yang digunakan oleh kalimat perintah traktransitif kecuali mengenai bentuk kalimat transitif, verbanya harus diubah ke dalam bentuk perintah terlebih dahulu dengan menanggalkan prefiks meng- dari contoh kalimat berita dan perintahKamu Mencari pekerjaan apa saja kalimat berita.Carilah pekerjaan apa saja kalimat perintah.Kamu membelikan adikmu tas baru kalimat berita.Belikanlah adikmu sepatu baru kalimat perintah.Perlu diperhatikan bahwa yang dihilangkan hanya prefiksnya saja, sementara sufiksnya masih tetap prefiksnya disusun atas dua unsur, seperti memper- atau member- , maka hanya mem-nya yang Kalimat Perintah Bentuk PasifKalimat perintah juga dapat disampaikan ke dalam bentuk pasif. Bentuk verba yang digunakan masih tetap dalam keadaan pasif. Sementara urutan katanya tidak dituliskan, kalimatnya akan disertai penggunaan tanda seru !.Sementara jika diucapkan, maka nada yang digunakan cenderung kalimat perintah bentuk pasifKontrak itu harus dikirim sekarang!Surat harus diketik serapi-rapinya, ya!Pemakainan kalimat perintah bentuk pasif di dalam bahasa Indonesia sangatlah umum tersebut berhubugan dengan keinginan si pembicara untuk meminta seseorang melakukan sesuatu untuknya, namun tidak dengan secara Kalimat PerintahDisamping kalimat bentuk pasif yang sebelumnya dibahas, dalam bahasa Indonesia juga terdapat sejumlah kata yang digunakan untuk menghaluskan tersebut diantaranya seperti coba, tolong, dan silahkan yang seringkali Ingkar pada Kalimat Perintah Kalimat perintah juga dapat dibuat menjadi bentuk ingkar dengan penggunaan kata “jangan”.Sebagaimana kata “tolong” dan “coba”, kata “jangan” juga diimbuhi dengan partikel -lah di dalam kalimat membuang sampah dekat-dekat dengan tiang listrik Kalimat TanyaKalimat tanya juga sering disebut sebagai kalimat interogatif, yang isinya kalimat dengan maksud untuk menanyakan sesuatu ataupun seseorang ingin mengetahui jawaban dari suatu hal, maka orang tersebut harus menanyakan kepada orang lain, dan kalimat yang digunakan orang tersebut adalah kalimat lima cara yang digunakan untuk membentuk sebuah kalimat tanyaMenambahkan kata urutan kata “bukan” atau “tidak”.Mengubah intonasi menggunakan kata Kalimat SeruKalimat seru juga disebut sebagai kalimat interjektif, yang merupakan kalimat untuk menyampaikan rasa kagum terhadap dalam penggunaannya menggunakan tanda Berdasarkan Diathesis KalimatA. Kalimat AktifKalimat aktif merupakan kalimat yang dimana subjeknya langsung melakukan pekerjaan terhadap umumnya, kata kerja yang digunakan ditandai dengan awalan tak sedikit, predikat di dalam kalimat aktif tidak disertai dengan imbuhan, sebagai contoh makan dan kalimat aktif Gilang menggunakan botol untuk menciptakan Kalimat PasifDalam kalimat pasif, kata kerja yang digunakan cenderung memakai kata di- atau kalimat pasif Bangunan disana dikerjakan dengan sangat baik oleh para arsitektur Berdasarkan Urutan KataA. Kalimat NormalKalimat berpola dasar yang dimana subjek pada kalimatnya mendahului Kalimat InverseKaliam inverse merupakan kalimat kebalikan dari kalimat normal. Dimana predikat yang digunakan mendahului Kalimat MinorKalimat minor memiliki satu inti fungsi kalimat minor contohnya kalimat tambahan, kalimat jawaban, kalimat salam, panggilan ataupun Kalimat MayorKalimat mayor hanya memiliki subjek dan predikat saja. Objek, pelengkap dan juga keterangan dapat ditambahkan sesuka halnya dengan yang ada di pola dasar Berdasarkan Struktur GramatikalnyaA. Kalimat TunggalDalam kalimat tunggal hanya memiliki subjek dan predikatnya dilihat dari unsur penyusunnya, maka kalimat yang panjang di dalam bahasa Indonesia dapat diubah ke dalam bentuk yang lebih kalimat tunggal Ibu-ibu bersalamanDapat kita lihat, pola kalimat di atas hanya memiliki subjek dan predikat saja, sehingga dapat dikategorikan ke dalam kalimat Kalimat MajemukDalam kehidupan sehari-hari, tak jarang kita menggabungkan beberapa pertanyaan ke dalam satu kalimat guna memudahkan dalam hal menghasilkan penggabungan struktur kalimat yang di dalamnya terdapat beberapa kalimat itulah yang disebut sebagai kalimat majemuk juga terbagi ke dalam beberapa jenis, diantaranya sebagai berikut1. Kalimat Majemuk SetaraStruktur dari kalimat majemuk setara memiliki dua atau lebih kalimat tunggal yang apabila dipisahkan dapat berdiri penghubung atau konjungsi yang digunakan kalimat majemuk setara pada umumnya menggunakan kata dan, serta, tanda koma ,, tetapi, lalu, kemudian, kalimat majemuk setara Indonesia tergolong negara berkembang tetapi Singapura telah digolongkan negara Kalimat Majemuk BertingkatKalimat majemuk bertingkat memiliki dua kalimat yang satunya sebagai induk kalimat yang dapat berdiri sendiri atau bebas serta anak kalimat kebalikan dari induk penghubung atau konjungsi yang digunakan kalimat majemuk bertingkat yakni ketika, sejak, karena, oleh sebab itu, hingga, sehingga, maka, jika, asalkan, apabila, meskipun, walaupun, andai kata, seandainya, agar supaya, seperti, kecuali, kalimat majemuk bertingkat Ilmuwan masih saja mencari asal usul bulan induk kalimat meskipun hingga sekarang masih belum ada kepastian yang jelas anak kalimat.3. Kalimat Majemuk CampuranKalimat majemuk campuran merupakan dua jenis kalimat majemuk setara dan bertingkat yang digabungkan menjadi satu kalimat majemuk campuran Sebab hujan turun dengan derasnya, mereka tidak dapat pulang dan menunggu di Berdasarkan Unsur KalimatA. Kalimat LengkapKalimat lengkap mengikuti pola dasar dari suatu kalimat baik yang sudah dikembangkan ataupun unsur-unsurnya juga jelas. Sehingga dapat mudah kalimat lengkap Warna hijau melambangkan Kalimat tidak LengkapKalimat tidak lengkap atau tidak sempurna ini hanya mempunyai salah satu dari unsurnya umumnya, kalimat seperti ini hanya berupa semboyan, salam, perintah, pertanyaan, ajakan, jawaban, setuan, larangan, sapan dan lain kalimat tidak lengkap Kapan pulang?Pelajari juga Kalimat Efektif yang tentunya akan semakin melengkapi materi pembelajaran kalian!6. Berdasarkan PengucapanA. Kalimat LangsungKalimat langsung secara detail menirukan sesuatu yang disampaikan orang lain. Tanda baca kutip juga digunakan dalam penulisan kalimat dalam kalimat langsung dapat berupa kalimat tanya, kalimat berita ataupun kalimat kalimat langsung “Letakkan sapumu!” bentak pak Kalimat Tak LangsungKalimat yang melaporkan kembali mengenai kalimat yang disampaikan orang lain. Kutipan dalam kalimat tak langsung semuanya berbentuk kalimat tak langsung Bapak Gilang berkata padaku bahwa lebih baik membaca daripada KalimatFungsi dari kalimat tersusun atas subjek, predikat, objek, keterangan, dan juga lebih jelasnya, perhatikan ulasan berikut ini1. SubjekSubjek merupakan sebuah pokok kalimat. Fungsi dalam subjek bisa dicari dengan pertanyaan “Siapa/Apa yang dibicarakan oleh kalimat ini?”Subjek berjenis kata benda atau frasa benda, karena definisi subjek merupakan sesuatu yang disebutkan oleh PredikatPredikat merupakan keterangan langsung terhadap suatu subjek. Predikat bisa ditemukan dengan pertanyaan “Ada apa dengan subjek? Apa yang dilakukan subjek? Bagaimana keadaan subjek?”3. ObjekObjek merupakan bagian dari kalimat yang bida diubah menjadi subjek dengan cara dipasifkan ataupun bisa ditemukan dengan memasifkan atau mengaktifkan sebuah yang berubah menjadi subjek merupakan KeteranganKeterangan merupakan bagian sifatnya ciri dari keterangan yakni bida dipindahkan dengan melewati subjek serta predikat, tanpa mengubah arti dari kalimat itu PelengkapPelengkap bentuknya menyerupai ciri pelengkap yakni tidak bisa dipindahkan atau melompati subjek dan predikat serta tidak dapat diubah menjadi ulasan mengenai kalimat, semoga dapat membantu kegiatan belajar kalian.
Ciri-ciri kalimat langsung. Dalam sebuah kalimat langsung ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: Pada kalimat langsung, biasanya kalimat akan ditandai dengan adanya tanda petik dua (“….”). Huruf pertama pada kalimat yang dipetik akan menggunakan huruf kapital. Kalimat petikan dan kalimat pengiring dipisah menggunakan tanda baca koma (,) Ilustrasi Kalimat Efektif, Sumber KumparanKalimat efektif, sering digunakan ketika sedang menulis teks, atau bacaan. Biasanya, kalimat ini sering dipakai dalam penulisan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Efektif artinya, Anda menggunakan bahasa secara singkat dan utama dalam kalimat efektif adalah dapat dengan mudah dimengerti. Masih banyak yang belum bisa menggunakan kalimat efektif dengan baik dan benar. Namun, dalam artikel ini akan dijelaskan bagaimana cara membuat kalimat yang sesuai dengan Ejaan yang Disempurnakan EYD.Kalimat efektif, tentu saja sama dengan kalimat-kalimat yang lainnya, yaitu memiliki struktur bahasanya sendiri. Ada apa saja? Yuk cek strukturnya di bawah yang ada dalam kalimat efektif tidaklah jauh berbeda dengan struktur kalimat lainnya. Struktur kalimat ini terdiri dari subjek, objek, predikat, dan keterangan. Jika semuanya sudah ada di dalam kalimat, dan tersusun rapih, maka bisa disebut sebagai kalimat struktur, terdaat ciri-ciri kalimat efektif yang harus Anda ketahui. Melansir dari berbagai sumber, berikut ciri-ciri dari kalimat tersebut diantaranyaKalimat efektif dikatakan efektif jika kalimat tersebut dapat dengan mudah dipahami, tanpa membutuhkan penjelasan yang berbelit-belit. Kehematan kata ini bisa Anda lihat, pada kejamakan kata yang terdapat dalam suatu Kalimat Efektif Ketegasan Makna Menjadi Ciri Dalam ArtikelDikatakan kalimat efektif, apabila terdapat ketegasan makna di dalam artikel. Kata-kata jamak, bisa terjadi jika pada suatu bacaan terdapat kata yang berbeda dengan makna yang sama. Agar ketegasan makna ada di dalam suatu tulisan, maka dari itu kurangi kata-kata jamak yang ada itu, terdapat ciri-ciri yang lainnya lho. Seperti, kelogisan kalimat, kesejajaran bentuk, dan masih banyak artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan Anda ya! .
  • c0gsf2zodl.pages.dev/403
  • c0gsf2zodl.pages.dev/479
  • c0gsf2zodl.pages.dev/216
  • c0gsf2zodl.pages.dev/74
  • c0gsf2zodl.pages.dev/352
  • c0gsf2zodl.pages.dev/60
  • c0gsf2zodl.pages.dev/303
  • c0gsf2zodl.pages.dev/194
  • kalimat dengan struktur struktur kalimat saja disebut